satu tatapan tak cukup untuk ku untuk melihat keteguhan hati mu
satu ucapan tak cukup bagi ku untuk ku percaya pada kata-kata mu
dalam kegundahan yg kau beri pada ku pada saat itu, tak tahu apa yang harus ku lakukan.
seperti mendapat hujan di tengah padang pasir
seperi mendapat kan sinar matahari di tengah awan mendung
seperti mendapat kan petir di hari yang cerah..
kesan…., kesan yang mendalam yang kau tinggal kan untuk ku.
yang memutarbalikan logika dan perasaan ku
mencampur nya, melemparkan ke udara ,mengubur nya di tanah…
Logika ku berkata, bahwa itu hanya sebuah mimpi, mimpi yg aneh dan menegangkan
Logika ku berkata , bahwa itu hanya sebuah kegilaan yg melanda
Logika ku berkata , bahwa itu hanya sebuah keisengan semata.
Perasaan ku berkata, ini sebuah mimpi yg memberi warna dalam hidup ku
Perasaan ku berkata , ini sebuah kegilaan terhadap suatu rasa yg belum pernah ku rasakan
Perasaan ku berkata ini sebuah ke isengan untuk melihat , mencoba dari sudut pandang yg berbeda
Gila sudah ku dalam ombak logika dan badai perasaan….
Perahu akal ku hampir bocor di serang oleh ombak logika dan perasaan..
seketika itu kau tawarkan perahu cinta mu kepada ku , hanya dengan sebuah gengaman tangan yg kau beri saat itu, tak lebih dari satu menit…… menghancurkan ombak dan badai itu.
berdamai lah aku dengan logika dan perasaan ku.
genggaman yg masih sampai saat ini terasa sama pada saat pertama kali kau berikan pada ku.

